Mengenal Investasi Saham

Sebenarnya, apa itu saham? Pengertian Saham adalah dokumen berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham maka orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Arti saham (stock) dapat juga didefinisikan sebagai satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Jadi, ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan maka orang tersebut telah memiliki hak atas ASET dan pendapatan perusahaan tersebut dengan porsi sebesar saham yang dibeli.

Secara sederhana, saham adalah suatu alat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan atau badan usaha. Wujud saham umumnya berbentuk selembar kertas dimana di dalamnya disebutkan bahwa pemilik surat berharga tersebut merupakan pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki rata-rata hasil investasi yang besar. Sampai saat ini pun, saham masih menjadi instrumen investasi yang menawarkan hasil yang relatif paling tinggi di antara instrumen investasi yang lainnya.

Rata2 return 1 1024x575 - Mengenal Investasi Saham
Source: Bloomberg

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak tahun 2008 s/d tahun 2018 telah naik hampir sebesar 126% dalam 10 tahun, rata-rata kenaikan nya sekitar 12.6% per tahun. Return investasi saham masih lebih tinggi dibandingkan return intrumen investasi lainnya seperti Emas, Deposito, bahkan Obligasi Negara.

Di berbagai negara maju, Amerika Serikat contohnya, masyarakatnya sudah terbiasa meletakkan uangnya di bursa saham, baik sebagai trader saham atau investor saham.

Sedangkan di Indonesia penduduk yang mengerti saham sebagai instrumen investasi masih tergolong minim, dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 600 ribu saja yang telah menginvestasikan uangnya di bursa saham.

Padahal jika kita bandingkan dengan negara tetangga, bursa saham Indonesia menghasilkan return paling tinggi.

Performa IHSG 1024x575 - Mengenal Investasi Saham
Source : Bursa Efek Indonesia

Pelaku-Pelaku Investasi Saham

Ada 3 tipe pelaku transaksi di bursa efek yang menanamkan uangnya di saham dengan harapan bisa memperoleh keuntungan. Ketiga tipe pelaku transaksi saham tersebut adalah:

  1. Investor, yaitu orang yang menginvestasikan uangnya di bursa saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya seorang investor membeli saham sebuah perusahaan yang mempunyai nilai dan performa yang baik untuk disimpan dalam jangka waktu yang panjang. Investor menggunakan analisa fundamental dalam menentukan keputusan pembelian sahamnya.
  2. Trader, yaitu orang yang memperjualbelikan saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham. Trader dapat mentransaksikan saham dalam jangka pendek, hingga jangka menengah. Bergantung pada trader itu sendiri, jangka waktu yang dipakai bisa bervariasi dari transaksi harian, mingguan, bulanan, atau bahkan ada trader yang bertransaksi tiap menit dan jam. Berbeda dengan investor, trader menggunakan analisa teknikal dalam menentukan keputusan jual beli sahamnya.
  3. Spekulan, yaitu orang yang tidak bisa dikatakan sebagai investor maupun trader. Spekulan menggunakan bursa saham sebagai berjudi. Seorang spekulan umumnya tidak menguasai pengetahuan tentang saham, baik analisa teknikal maupun fundamental, dan keputusan transaksinya hanya berdasarkan rumor, ikut-ikutan, atau tebakan belaka.

Risk & Reward dalam Investasi Saham

Risk and Reward 1024x558 - Mengenal Investasi Saham
Illustrasi by HPX

Reward (Keuntungan)

Dalam berinvestasi saham, ada dua jenis keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor, yaitu Capital Gain, dan pembagian Dividen.

1.Capital Gain

Capital Gain sendiri adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan saham, dimana gejolak harga saham itu sendiri berasal dari permintaan dan penawaran yang berlaku di pasar. Capital Gain ini dapat Anda peroleh dari trading maupun investasi jangka panjang.

image - Mengenal Investasi Saham
Source : Amibroker

Sebagai contoh, bila pada tahun 2018 anda membeli saham PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) sebanyak 10 lot pada awal tahun 2018 di harga Rp 21.900,- berarti anda berinvestasi sebesar Rp 21.900.000,- Pada Akhir Tahun 2018 harga saham BBCA sudah mencapai Rp 26.000,- per lembar nya. Sehingga nilai investasi anda juga telah naik menjadi Rp 26.000.000,-

Bila dihitung Capital Gain yang Anda dapatkan pun, adalah sebesar Rp 4.100.000,- (Rp 26 juta – Rp 21.9 juta), cukup banyak bukan?

2. Deviden

Selain Capital Gain, Anda juga berhak mendapatkan dividen yang dibagikan oleh PT Bank Central Asia, Tbk setiap tahunnya. Pada tahun 2018 kemarin Bank BCA membagikan deviden sebesar Rp 85,- per lembar nya kepada setiap pemegang saham nya.

Dividen merupakan keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing, dan biasanya dibagikan bila perusahaan memperoleh laba bersih.

Dividen tentu saja tidak akan dibagikan bila perusahaan mencatatkan kerugian, namun perusahaan yang mencetak laba pun belum tentu juga akan membagikan dividen.

Setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing, dan biasanya perusahaan yang mencetak laba tidak membagikan dividen karena ingin menggunakan laba tersebut untuk ekspansi bisnisnya.

Risk (Risiko)

1. Risiko Jika Perusahaan Bangkrut

Ini adalah risiko paling tinggi yang bisa Anda alami. Meski jarang sekali terjadi, karena perusahaan yang Anda beli harus benar-benar bangkrut. Kebangkrutan perusahaan bisa terjadi jika gagal membayar utang yang terlampau besar, sementara produk bisnisnya tidak berjalan sebagaimana seharusnya.

cpgt 1 - Mengenal Investasi Saham
Sumber: https://www.motoris.id

Terutama ketika berinvestasi jangka panjang, poin tentang utang yang direpresentasikan dalam DER (Debt to Equity Ratio) harus diperhatikan betul. Karena ketika perusahaan dinyatakan pailit, maka aset yang dimiliki akan dijual untuk menutupi kewajiban-kewajibannya dulu. Jika perusahaan yang kita beli bangkrut kemungkinan 100% uang investasi kita akan hilang.

2. Capital Loss

Capital Loss sebenarnya merupakan kebalikan dari Capital Gain. Namanya saja orang dagang, harga saham akan berubah-ubah mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal. Tapi memang, risiko inilah yang dimanfaatkan oleh semua investor atau trader untuk meraih cuan dari selisih harga pembelian dan penjualan.

Ada dua jenis penyebab umum yang menyebabkan perusahaan mengalami penurunan harga saham, yaitu yang menyerang semua saham secara keseluruhan atau sering disebut risiko sistemik. Contohnya adalah kenaikan suku bunga atau kondisi politik, tidak peduli Anda di bisnis apa, pasti kena dampaknya.

Bahkan teknik diversifikasi saham tidak akan mampu menghalau risiko sistemik, karena semua saham kena serangan. Jadi, apa yang harus dilakukan? Wait and see!

Sementara risiko yang hanya menyerang saham tertentu biasa dibilang sebagai risiko non sistemik. Misalnya Anda memegang saham PTBA, maka hanya gejolak batubara lah yang mempengaruhi pergerakan harga saham tadi.

Source:
1. https://www.finansialku.com/langkah-langkah-memulai-investasi-saham/
2. https://www.investasi-saham.com/
3. https://diskartes.com/2017/07/risiko-investasi-saham/
4. https://www.maxmanroe.com

2 thoughts on “Mengenal Investasi Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *